Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

Pengadilan India memutuskan hari Kamis kemarin (30/9) bahwa situs suci yang disengketakan di Ayodhya yang telah menjadi simbol sejarah pemicu bentrokan Hindu-Muslim harus dibagi - dalam penilaian hal ini dilihat sebagai mendukung kubu Hindu.
"Semua tiga kelompok, yaitu Muslim, Hindu, dan (organisasi keagamaan Hindu) Nirmhoi Akhara dinyatakan pemegang bersama situs suci yang disengketakan," kata Hakim SU Khan dalam putusan di Pengadilan Tinggi Allahabad kamis kemarin.
Beberapa pengadu dalam kasus ini segera mengatakan mereka akan naik banding atas putusan tersebut ke Mahkamah Agung, yang berarti sengketa yang sudah berlangsung selama 60-tahun akan terus berlanjut dalam sistem peradilan yang terkenal lambat India.
Ratusan ribu polisi dan pasukan paramiliter telah dikerahkan di seluruh negeri untuk mencegah terulangnya kekerasan di tahun 1992 ketika Hindu fanatik merobohkan sebuah masjid di plot, memicu kerusuhan yang menewaskan 2.000 orang mati.
Menurut keputusan itu, situs di kota utara akan dibagi, dengan sepertiga Muslim dan sisanya untuk Hindu, termasuk tempat di pusat di mana umat Hindu berencana untuk membangun sebuah kuil bagi dewa Ramayana.
Dengan hanya beberapa hari sebelum Commonwealth Games di mulai di New Delhi pada hari Minggu, Perdana Menteri Manmohan Singh meminta tenang dan mengingatkan rakyat india bahwa keputusan akan dikaji di Mahkamah Agung.
"Kesimpulan yang benar, pada tahap ini, adalah bahwa status quo akan dipertahankan sampai kasus diambil oleh Mahkamah Agung," katanya dalam sebuah pernyataan.
Mencerminkan kecemasan tentang potensi kekerasan, pemerintah mengeluarkan seruan untuk menahan diri menjelang putusan dan iklan ditempatkan di surat kabar mendesak rakyat India baik Hindu maupuan muslim menghormati supremasi hukum.
Negara besar dari 1,2 miliar orang adalah rumah bagi semua agama besar di dunia dan kasus Ayodhya dipandang sebagai ujian kematangan politik dan kemampuan masyarakat banyak untuk hidup dalam harmoni.
Pihak oposisi Partai Bharatiya Janata (BJP), yang mengipasi isu Ayodhya menjadi flashpoint nasional, menginterpretasikan keputusan pengadilan sebagai kemenangan dalam kampanye untuk membangun sebuah kuil Ramayan di mana masjid Babri pernah berdiri.
Putusan Pengadilan Tinggi Allahabad merupakan langkah yang signifikan untuk membangun sebuah kuil besar," atas pemimpin BJP dan mantan Perdana Menteri LK Advani kepada wartawan setelah pertemuan partai.
Namun banyak umat Islam bereaksi dengan cemas.
Syed Ahmed Bukhari, kepala ulama di masjid utama Masjid Jama New Delhi, mencela keputusan hakim, mengatakan pengadilan telah memerintah "atas dasar keyakinan buta dan tidak dengan bukti dan dokumentasi yang diberikan yang jelas kepada hakim."
"Kami jelas tidak senang dengan putusan itu," katanya. "Kami tidak menyerah klaim atas klaim kami (untuk membangun) masjid Babri," katanya di New Delhi.
Asaduddin Owaisi, seorang anggota parlemen Muslim, mengatakan kepada AFP bahwa "ada kemarahan membangun di kalangan masyarakat Muslim atas putusan itu tetapi."(fq/aby)(eramuslim)

Senin, 27 September 2010

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

New York-- Jika Terry Jones bertekad ingin membakar Alquran, langkah sebaliknya dilakukan Patrick Mahoney. Ia malah membagi-bagikan kitab suci agama Islam itu ke seluruh gereja yang ada di New York. Tujuannya hanya satu, yakni agar kaum Nasrani dapat mendoakan kaum Muslim.

"Tanggapan sudah besar. Kami sudah mendapat telepon dari para pemimpin gereja dan gereja-gereja di seluruh Amerika," ungkap Mahoney yang merupakan Direktur Kristen Pertahanan Koalisi (CDC) ini, Minggu (26/9).

Patrick yang juga pendeta ini menuturkan bahwa para pemimpin di gereja-gereja juga tidak hanya menerima Alquran, tapi juga mendoakan umat muslim di seluruh dunia. "Kita tidak memiliki kendalam dalam mendistribusikan Alquran," tambahnya lagi.

Sebelum perayaan runtuhnya gedung kembar World Trade Center pada 11 September kemarin, ia mengungkapkan, dirinya pergi ke Gainesville,Florida, untuk bertemu Jones dan meyakinkannya untuk membatalkan aksinya tersebut.

Patrick juga meyakini bahwa kaum Nasrani juga harus melakukan pendekatan berbeda untuk mendekatkan diri dengan umat Islam. "Kita harus berdoa bagi tetangga Muslim kami dan teman-teman. Kami tidak membakar Alquran, kami tidak membakar jembatan, tetapi kita membangun jembatan dan berbagi kasih Kristus," tegasnya penuh yakin.(republika.co.id)
Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

NEW YORK--Para pecinta komik segera akan mendapatkan kejutan baru. Kali ini mereka akan mendapatkan sosok pahlawan yang beda dari biasanya yakni seorang pemuda Muslim dengan kursi roda berkekuatan super.

Superhero ini merupakan gagasan dari sekelompok pemuda Amerika Serikat (AS) dan Syria yang mengalami cacat pada fisik mereka. Ide ini pertama kali diperkenalkan di Damaskus, Syria, oleh sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh filantoris AS dan pengusaha bernama Jay T Synder.

Kini pengerjaan superhero baru ini memang belumlah selesai. Tetapi dari sketsa awal yang ada, digambarkan ada seorang anak lelaki Muslim yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan ranjau. Ia kemudian menjadi pahlawan dengan nama Scorpion Silver setelah menemukan kenyataan bahwa dirinya mampu mengendalikan logam dalam pikirannya.

Sharad Devarajan--salah satu pendiri dan CEO perusahaan perusahaan penerbit komik- mengatakan, tujuan dari komik ini adalah mengubah ide kreatif para anak muda menjadi gambar yang memiliki alur cerita yang bisa dinikmati. Menurutnya, pihaknya terinspirasi upaya Presiden AS, Barrack Obama, yang mulai terbuka pada dunia Muslim, disebuah acara inagurasi Januari 2009 lalu.

Hal ini membuatnya mendatangkan 12 penyandang cacat dari AS ke Damaskus untuk bertemu penyandang cacat yang lain dari Syria. Salah satu harapan dari pertemuan ini mendapatkan ide baru dan cerita tentang sebuah sosok pahlawan yang segar dan berbeda dari biasanya.

''Pertemuan itu tidak sia-sia. Kami banyak menemukan ide-ide brilian,” kata Devarajan, Ahad (26/9). ''Ide mereka sangat original, baik anak-anak Amerika ataupun Suria. Dipengaruhi ketidakmampuan mereka, anak-anak ini mengembangkan pikirannya sendiri tanpa dipengaruhi pihak lain. Menjadikan kekurangan menjadi salah satu kekuatan.''

Komik ini rencananya akan diluncurkan November mendatang. Ia akan didistribusikan dalam bahasa Arab dan Inggris. (republika.co.id)

Selasa, 21 September 2010

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

Lynette Wehner mengakui terjadi pergulatan batin ketika ia pertama kali mendapatkan tugas mengajar di sebuah sekolah Islam. Wehner lahir dari keluarga Amerika yang menganut agama Kristen Katolik. Kedua mertuanya mengingatkan agar Wehner tidak terpengaruh dengan ajaran Islam meski ia cuma menjadi tenaga pengajar paruh waktu di sekolah Islam itu.
"Yang penting, kamu tidak masuk Islam," begitu kata ayah mertuanya.
Selama dua hari Wehner merasa gelisah untuk mengambil keputusan apakah ia akan menerima tugas tersebut, apalagi pihak sekolah mewajibkannya mengenakan jilbab saat mengajar. Jilbab adalah sesuatu yang sangat asing baginya. Tapi akhirnya ia menerima pekerjaan mengajar di sekolah Islam itu dengan pertimbangan bahwa pengalaman mengajarnya yang pertama ini akan menjadi batu loncatan baginya kelak.
Hari pertama mengajar, seorang staf di sekolah Islam itu membantunya mengenakan jilbab di ruang guru. "Kami tertawa sambil mencoba berbagai gaya berjilbab," ujar Wehner yang mengaku pagi itu merasa sangat rileks berada di lingkungan muslim. Selama ini, Wehner selalu berpandangan bahwa orang-orang Islam tidak ramah dan selalu serius. Hari pertamanya di sekolah Islam membuat Wehner berbalik mempertanyakan, mengapa seseorang bisa sedemikian mudah membuat stereotipe terhadap orang lain tanpa mengenal lebih jauh orang yang bersangkutan.
"Saya belajar banyak hal di hari pertama mengajar. Saya terkesan dengan sikap para siswa, pengetahuan mereka tentang agama saya (Kristen) lebih baik dibandingkan pengetahuan yang saya miliki dan saya bertanya dalam hati, darimana mereka tahu semua itu," tutur Wehner.
"Murid-murid saya selalu menanyakan tentang ajaran agama saya dan itu membuat saya berpikir 'apa yang saya yakini?'" sambung Wehner.
Sejak kecil Wehner dididik dengan ajaran Katolik, tapi ketika dewasa ia meninggalkan ajaran agamanya itu. Wehner mengaku merasa tidak nyaman dengan ajaran Katolik dan merasa ada sesuatu yang salah. Ia lalu beralih ke aliran Kristen lainnya yang lebih modern, tapi aliran itu juga tidak memuaskan hatinya.
"Yang saya tahu, saya hanya ingin berhubungan dengan Tuhan. Saya tidak mau agama saya menjadi sesuatu yang hanya membuat saya merasa bahwa saya harus 'menjadi orang baik' di hadapan para kerabat. Saya ingin merasakan agama itu di hati saya. Ketika itu, saya kehilangan arah tapi saya tidak menyadarinya," papar Wehner.
Di sekolah Islam tempatnya mengajar, Wehner banyak berinteraksi dengan para siswanya yang masih usia anak-anak. Anak-anak itulah yang mengantarkan Wehner ke cahaya Islam. Namanya anak-anak, mereka seringkali meninggalkan buku-buku pelajaran mereka di sekolah. Diam-diam, Wehner sering membaca buku-buku yang berisi ajaran Islam, yang ditinggalkan murid-muridnya itu usai pelajaran sekolah. Saat itu Wehner mulai merasakan bahwa apa yang ia baca mengandung banyak kebenaran.
Selanjutnya, Wehner jadi sering bertanya soal Islam dengan seorang guru perempuan dan seorang guru lelaki di sekolah itu. Ia bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdiskusi dan memuaskan rasa ingin tahunya tentang Islam. "Perbicangan kami sangat intelek dan mendorong rasa ingin tahu saya. Saya merasa telah menemukan apa yang selama ini saya cari. Tiba-tiba saja, ada rasa damai yang menyebar di dalam hari saya ..." ungkap Wehner.
Di rumah, Wehner mulai membaca terjemahan Al-Quran. Suami Wehner (kala itu ia belum belum bercerai) tidak suka melihat minatnya pada Islam, sehingga Wehner harus mencari tempat tersembunyi jika ingin membaca Al-Quran. Awalnya, Wehner merasa takut telah melakukan pengkhiatan terhadap agamanya dan ragu untuk percaya bahwa ada kitab suci lain, selain Alkitab yang diturunkan Tuhan.
"Namun saya berusaha mendengarkan apa kata hati saya yang menyuruh saya membaca Al-Quran. Saat saya membacanya, saya merasa beberapa bagian dalam Al-Quran itu dituliskan khusus untuk saya. Seringkali saya membacanya sambil menangis. Tapi setelah itu, saya merasa tenang, meski masih bingung. Sepertinya masih ada sesuatu yang menahan saya untuk menerimanya sepenuh hati," tutur Wehner.
Butuh waktu berbulan-bulan lagi bagi Wehner untuk meyakinkan hatinya. Ia terus membaca, bertanya pada banyak orang dan melakukan pencarian jiwa, sampai ada satu momen yang menjadi menentukan keputusannya untuk menjadi seorang muslim.
"Saya mencoba salat di kamar anak lelaki saya. Tangan saya memegang sebuah buku tentang tatacara salat. Saya berdiri dengan konflik batin dalam diri saya. Saya tidak biasa berdoa secara langsung pada Tuhan. Sepanjang hidup saya, saya diajarkan untuk berdoa pada Yesus. Yesuslah yang akan menyampaikan doa saya pada Tuhan. Saya takut telah melakukan tindakan yang salah. Saya tidak mau Yesus marah. Saya merasa ada gelombang besar yang menghantam saya," ungkap Wehner mengungkapkan kekhawatirannya saat itu.
Tapi Wehner kemudian berpikir lebih dalam, bagaimana mungkin Tuhan marah pada hambanya yang ingin lebih mendekatkan diri padaNya. Bagaimana mungkin Yesus marah pada orang yang ingin mendekatkan diri pada Tuhan. Bukankah itu yang Yesus inginkan? Hari itu, Wehner yakin bahwa Tuhan sedang bicara padanya dengan suara yang kuat, yang menggema dalam hati dan pikirannya, bahwa tidak ada yang perlu ia takutkan jika memang ia ingin berpindah ke agama Islam.
"Ketika itu saya mulai menangis dan menangis. Suara itulah yang ingin saya dengar. Dan mulai hari itu saya yakin bahwa saya harus memeluk Islam. Keputusan inilah yang benar dan tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi," ujar Wehner.
Wehner mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan seluruh siswa sekolah Islam tempat ia mengajar. "Saya menjadi orang yang baru. Semua keraguan dan pertanyaan saya ada di mana dan apa yang sebenarnya saya yakini, sirna. Saya yakin telah membuat keputusan yang benar. Saya tidak pernah begitu dekat dengan Tuhan, sampai saya menjadi seorang muslim. Alhamdulillah, saya sangat beruntung," tukas Wehner menutup kisahnya menjadi seorang mualaf. (ln/IfT)(eramuslim.com)

Minggu, 19 September 2010

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

WASHINGTON : Putri pendeta Terry Jones - yang telah mengancam akan membakar Al-Quran pada peringatan serangan 11 September yang bertepatan dengan hari ini - mengatakan bahwa ayahnya hilang akal dan ia membutuhkan bantuan.

Putrinya Emma yang terasing di Jerman dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Spiegel Online menambahkan bahwa dirinya telah mengirim kepada ayahnya pesan melalui e-mail mendesaknya untuk membatalkan rencana membakar Al-Quran, tapi dia tidak pernah menjawab surat itu.

Dan menjelaskan bagaimana sebuah kelompok "Kristen" yang telah dibina ayah bertahun-tahun di Cologne Jerman Barat yang taat kepada Injil dan kemudian berubah, dan setelah Emma meninggalkan kelompok tersebut dalam usia 17 tahun, dia kembali lagi pada tahun 2005 dan mendapatinya telah berubah menjadi seperti sebuah komunitas.

Dia menjelaskan bahwa dirinya telah melihat ayahnya melakukan hal-hal yang tidak terkait dengan Injil sama sekali, "Dia telah meminta loyalitas penuh kepadanya dan istri keduanya", di mana telah meninggal ibu Emma yaitu istri pertama Jones pada tahun 1996.


Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

BERLIN (Berita SuaraMedia) – Negara bagian Lower Saxony, Jerman, akan mulai memasukkan Islam ke dalam kurikulum inti sekolahnya sebagai bagian dari sebuah inisiatif untuk melawan pertumbuhan sentimen anti-Islam di Eropa.
Dr. Bernd Althusmann, Menteri Pendidikan Lower Saxony, mengumumkan bahwa sekolah-sekolah di negara bagian itu akan mulai memasukkan pendidikan Islam ke dalam kurikulum utama mereka.
"Saya rasa kita akan bisa memulai implementasinya pada tahun akademi mendatang," ujar Althusmann dalam sebuah kunjungan ke sebuah sekolah dasar di kota Hanover di mana dia menghadiri sebuah kelas pendidikan Islam.
Untuk saat ini, pendidikan Islam belum melampaui beberapa model percobaan di 42 sekolah di Lower Saxony. Hampir ke-2,000 murid di sekolah-sekolah itu sekarang mendapatkan pendidikan Islam.
Inisiatif tersebut dipicu oleh gelombang sentimen anti-Islam belakangan ini, terutama dengan pembentukan sebuah partai konservatif baru-baru ini yang meniru Partai Kebebasan Belanda pimpinan Geert Wilders, yang filmnya "Fitna" menyebabkan kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia.
Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

JAKARTA – Biang keladi insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Timur Indah Bekasi adalah provokasi jemaat HKBP sendiri. Demikian pernyataan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI), Munarman SH dalam pertemuan bertema “Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP” di Hotel Marcopolo Menteng Jakarta Pusat (Kamis, 16/9/2010).
Selain itu, Munarman juga mengklarifikasi berbagai berita media massa dengan mengungkapkan 7 fakta di balik insiden 12 September itu. Inilah klarifikasi atas insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Indah Bekasi:
1. Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan ketinggian sikap toleransi dan kebesaran jiwa terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaat HKBP melakukan kebaktian setiap Minggu di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi Jawa Barat.
Dalam kurun waktu dua puluh tahun tersebut, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut. Selama dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.
…Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum…
Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

Jakarta - Menanggapi santernya pemberitaan media massa atas permintaan revisi bahkan pencabutan Peraturan Bersama Menteri (PBM) pasca insiden penusukan pendetra HKBP, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai hal ini berlebihan, karena MUI menilai insiden penusukan jemaat HKBP Ciketing, Bekasi, sudah dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mencabut Peraturan Bersama Menteri (PBM).
..."Ada keinginan dari HKBP untuk berusaha keras supaya PBM dicabut, dengan dicabut maka akan menyelesaikan masalah," ungkapnya...
"Dari persoalan ini, masalah ini ada tendensi dipolitisir menjadi isu yang lebih luas agar PBM ini dicabut," ujar Ketua MUI Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Amrullah Ahmad saat jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2010).

Amrullah menduga ada sebagian kelompok dari jemaat HKBP yang menginginkan permasalahan ini menjadi isu nasional. Hal ini dikarenakan, mereka ingin agar PBM ini segera dicabut oleh pemerintah. "Ada keinginan dari HKBP untuk berusaha keras supaya PBM dicabut, dengan dicabut maka akan menyelesaikan masalah," ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, jika PBM itu nantinya dicabut maka dikhawatirkan akan timbul masalah baru yang dapat memicu kerukunan umat beragama di Indonesia. "Padahal kalau PBM dicabut, di kalangan umat beragama akan terjadi anarki yang luar biasa, karena rumah ibadah akan dibangun tanpa tenggang rasa masyarakat sekitar," pungkasnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak terlalu bersikap reaktif agar tidak memicu aksi yang lebih besar lagi.

Selain itu MUI juga menilai bahwa PBM saat ini juga sudah tepat namun problem yang sebenarnya terjadi adalah penerapan yang kurang tepat dan benar oleh pemerintah daerah setempat mengenai perizinan pendirian rumah ibadah.

Kendati demikian pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait mengenai masalah HKBP. Namun dalam pertemuan terakhir dengan masyarakat setempat belum dilibatkan sehingga masih ada ketidakseimbangan informasi.
PBM Tak Perlu Direvisi
Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menilai bahwa Peraturan Bersama Menteri (PBM) Dalam Negeri dan Menteri Agama yang mengatur perijinan pendirian rumah ibadah tidak perlu direvisi kembali. Hal ini dikarenakan peraturan tersebut sudah tepat dan moderat untuk pendirian rumah ibadah.
''Kami tidak menganggap PBM perlu direvisi. Karena itu sudah pada tingkat peraturan yang sangat moderat.
''Kami tidak menganggap PBM perlu direvisi. Karena itu sudah pada tingkat peraturan yang sangat moderat. Kan syarat (tanda tangan) sebelumnya itu 200 kepala Keluarga (KK) tapi sekarang cukup 90 kepala Keluarga (KK),'' ujar Ketua MUI Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Amrullah Ahmad saat memberikan keterangan persnya di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/9/2010).

Menurutnya PBM merupakan peraturan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kerukunan umat beragama terutama menyangkut perizinan pendirian rumah ibadah. Sehingga jika PBM nantinya dicabut, dikhawatirkan akan terjadi konflik antar umat beragama.

''MUI mendukung PBM karena itu adalah salah satu cara untuk mendukung kerukunan. Kalau PBM dicabut, pasti akan terjadi anarkis,'' ungkapnya.

Amrullah menjelaskan sekarang ini informasi yang beredar di masyarakat tidak berimbang. Karena selama ini pernyataan yang disampaikan hanya dari satu pihak saja, sedangkan dari pihak masyarakat setempat sampai saat ini tidak belum pernah dimintai keterangannya atas insiden tersebut.

''Berita yang beredar selama ini masih bias seolah-seolah HKBP jadi korban. Jangan sampai itu dalam pembebasan lahan ada rekayasa. Dari masyarakat sendiri kan belum kita dengar,'' pungkasnya.
HKBP Ngeyel Tetep Kebaktian, FUIM Imbau Untuk Legowo
Di lain tempat, Forum Umat Islam Mustika Jaya (FUIM) mengibau agar umat kristiani warga Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Desa Ciketing, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi menerima putusan pemerintah untuk mendirikan dan menjalankan peribadahan di tempat baru yang telah diberikan pemerintah.
...yang menolak pendirian rumah peribatan mereka di Ciketing. "Kami menyarankan agar HKBP Ciketing legawa menerima putusan pemerintah untuk beribadat di lokasi yang diberikan pemerintah. Ini perlu supaya tidak ada aksi anarkis dari masyarakat," ujarnya...
Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari gesekan dengan warga yang menolak pendirian rumah peribatan mereka di Ciketing. "Kami menyarankan agar HKBP Ciketing legawa menerima putusan pemerintah untuk beribadat di lokasi yang diberikan pemerintah. Ini perlu supaya tidak ada aksi anarkis dari masyarakat," ujar Ketua FUIM Ustad Tajudin , Sabtu (18/9).
Hal itu disampaikan menanggapi keputusan HKBP Ciketing untuk tetap menjalankan kebaktian, Minggu (19/9), di lokasi yang ditolak warga, yakni di Pondok Timur Indah, Ciketing, Bekasi. Kebaktian yang akan dipimpin Ephorus (pemimpin tertinggi) Gereja HKBP Pendeta Bonar Napitupulu dan Sekjen HKBP Ramlan Hutahaen itu akan dilangsungkan di lahan kosong tanpa bangunan.
"Jemaah akan tetap melangsungkan kebaktian di lahan kosong milik gereja di Ciketing, Minggu (19/9)," ujar kuasa hukum, HKBP Pondok Indah Timur Saor Siagian.
FUIM juga menegaskan warga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat keamanan berkaitan dengan peribadatan mereka di Ciketing. Sebab, pemerintah dan aparat sudah menetapkan sanksi bagi HKBP Ciketing jika tidak mematuhi keputusan pemerintah.
Ustad Tajudin menyatakan pihaknya melarang warga untuk berbuat anarkis kepada warga HKBP yang tetap beribadah di lokasi yang dilarang. FUIM sendiri tidak akan melakukan tindakan apa-apa.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat keamanan. Biar aparat saja yang menyikapi keputusan warga HKBP itu," tegas Tajudin.
Sebelumnya, dalam rapat bersama pada 16 September 2010, diputuskan solusi bagi HKBP. Rapat dihadiri Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dengan Direktur Penanganan Konflik Kemendagri Widiyanto, bersama pihak-pihak terkait seperti Kapolres Bekasi, Dandim Bekasi, Dinas Agama Bekasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Solusi tersebut adalah, memindahkan lokasi peribadatan HKBP Pondok Timur Indah ke lahan baru. Dalam hal ini pemerintah menawarkan dua lahan baru itu. Yakni, di lahan fasilitas sosial-fasilitas umum PT Timah, Mustikajaya, Bekasi, dan lahan kosong milik Yayasan Strada Mustikajaya, Bekasi.
Untuk lahan di PT Timah, Wali Kota Bekasi sendiri telah memberikan surat izin penggunaan lahan tersebut secara gratis. Sementara untuk lahan di Yayasan Strada saat ini tengah dalam menunggu untuk dijual atau ditawarkan dengan harga pasar. (LieM/dbs) (voa-islam.com)

Sabtu, 18 September 2010

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.


DR Fadel Sulaiman Direktur Jenderal Yayasan Penjembatan Bagi Pengenalan Islam di Amerika Serikat menegaskan bahwa setiap tahunnya 80 ribu orang di Amerika memeluk Islam.
 
Pernyataan ini muncul dalam wawancara televisi di Saluran Budaya Nil, Fadel mengatakan: "Angka-angka ini didokumentasikan di pusat-pusat Islam di Amerika dan masjid-masjid Amerika,sebagaimana juga didokumentasikan oleh pusat-pusat studi resmi Amerika namun tidak diekspos, Sulaiman berkata: Tidak berjalan satu minggu saja melainkan ada beberapa orang Amerika yang memeluk Islam.
 
Dia menambahkan: Ada sambutan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya untuk Islam di Amerika.

Mantan Ketua DPR Amerika beberapa hari yang lalu telah memperingatkan adanya serangan budaya Islam yang luas terhadap budaya dan peradaban Amerika.

Permusuhan yang meningkat:

Fenomena ini muncul di tengah meningkatnya permusuhan terhadap Islam dari beberapa kelompok masyarakat Amerika yang dipengaruhi oleh ide-ide ekstrim kanan.

Permusuhan ini telah berkembang setelah pengumuman pembangunan pusat Islam di lokasi serangan 11 September dan persetujuan Presiden Amerika atas keputusan ini.

Kebanyakan kaum Muslimin di Amerika menampakkan ketakutan akan adanya penyerangan terhadap mereka saat peringatan serangan 11 September tahun ini karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. (Fani/voa-islam.com)

sumber: alislamu

Apabila hendak menyalin teks berikut, mohon sertakan dengan SUMBERNYA.

Sebanyak 125 orang berkebangsaan Filipina, sebagian besar wanita menyatakan keislaman mereka di Dubai setelah mengikuti ceramah yang disampaikan seorang dai dari Filipina Omar Banalbar yang berbicara tentang dasar-dasar Islam, toleransinya dan akhlaknya, serta kepribadian Nabi pembawa rahmat shallallahu 'alaihi wasallam.
 
Peristiwa ini terjadi dalam kegiatan malam Filipina dalam Forum Ramadhan ke IX di perkemahan Thiwar yang diselenggarakan oleh Departemen Pariwisata dan Pemasaran Perdagangan di Dubai dengan tema: "Kita  bertemu untuk maju".
 
Pihak manajemen Forum tersebut dan para hadirin sama-sama terkejut dengan masuk Islamnya 122 wanita dan 3 pria setelah mengikuti ceramah Dai Filipina Omar Banalbar yang menegaskan bahwa jumlah terbesar yang masuk Islam melalui dirinya di Filipina dalam satu malam belum pernah melebihi 99 orang, dan bahwa hari ini telah mencapai rekor baru, beliau memohon kepada Allah Azza wa Jalla supaya meneguhkan pemeluk Islam yang baru diatas kebenaran Islam.

Hal ini mulai ketika perkemahan wanita meminta Dai tersebut untuk menjelaskan kepada mereka lebih banyak tentang Islam, karena keinginan para saudari disana untuk mempelajari lebih lanjut tentang hakikat Islam, hingga ceramahnya berlangsung lebih dari dua setengah jam, padahal sebelumnya hanya dibatasi 45 menit saja, tetapi mendatangkan hasil yang baik, di mana jumlah wanita yang ingin masuk Islam mulai dari 67 orang dan kemudian meningkat setelah ceramah Sheikh Omar menjadi 84 kemudian 97 dan pada akhir malam jumlah wanita yang mengumumkan keislaman mereka mencapai 122 orang, sampai-sampai tidak seorangpun wanita yang keluar dari perkemahan wanita melainkan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Dibagian perkemahan pria tidak berbeda keadaannya dari perkemahan wanita, karena pria yang telah masuk Islam pada hari-hari pertama Forum, datang bersama teman-temannya ke acara malam Filipina, untuk menyaksikan keislaman 3 pria dari mereka dalam Islam, menurut laporan surat kabar " Al-Khalij".

Surat kabar tersebut juga mencantumkan kisah seorang muslim baru yaitu berKebangsaan Filipina yang datang didampingi oleh seorang rekan media untuk meliput keadaan di UEA pada bulan Ramadhan, padahal tidak memiliki niat untuk masuk ke dalam Islam, bahkan tidak memikirkan ini sebelumnya, tiba-tiba para hadirin terkejut setelah ceramah Sheikh Omar Banalbar orang tadi air matanya mengalir deras, dan meminta untuk menyatakan keislamannya, di mana hal itu diikuti dengan pekik takbir di seluruh forum.

Menurut Emanuel bahwa ia datang ke UEA sejak lima tahun lalu, tidak mengenal Islam sebagai agama - mungkin karena perbedaan bahasa - dan bekerja di salah satu saluran satelit, dan hari ini adalah hari kelahirannya yang hakiki setelah menghabiskan 47 tahun jauh dari Islam. (voa-islam.com)

sumber:  alislamu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terima Kasih Banyak Sudah Berpartisipasi Mengkik Iklan Dibawah Ini!

Berkah Herbal Banner 11